Arti dan Makna Lambang Daerah Kabupaten Bondowoso

Saturday, July 21, 2007 |

Arti dan Makna Lambang Daerah Kabupaten Bondowoso


Perisai melambangkan kesatuan dari pertahanan rakyat daerah, Warna kuning emas melambangkan keluhuran budi.
Pohon beringin melambangkan suatu pemerintahan yang selalu berusaha memberikan pengayoman kepada rakyat.
asap mengepul dalam bentuk garis-garis hitam, yang mewujudkan dua ekor sapi bertanduk beradu muka, menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemarran tontonan rakyat Bondowoso akan aduan sapi.
Kepala kerbau putih bertanduk dungkul (Madura;dungkel, Jawa;keplok) menunjukkan tempat pembuatan Kota Bondowoso. Warna putih melambangkan kesucian, warna merah melambangkan keberanian.
Lokomotif atau kepala kereta api melambangkan keberanian rakyat Bondowoso melawan penjajah yang terkenal dalam peristiwa bersejarah gerbong maut pada 23 November 1947. Warna hitam yang tidak mudah luntur melambangkan kekuatan dan ketetapan hati.
Cemeti, parang dan tasbih diambil dari segi sejarah peranan Ki Ronggo Boondowoso sebagai perintis dn pembuka kota Bondowoso. Tasbih sebagai simbol dan pegangan ki Ronggo Bondowoso dengan kewibawaannya di landasi ketekunannya beribadah, serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cemeti lambang kewibawaan pemerintah daerah. Parang (calek ngandung;Madura) menunjukkan daerah Bondowoso adalah daerah pertanian.
Jagung, seikat padi, beserta daun tembakau menunjukkan hasil utama daerah Bondowoso.
Tulang daun tembakau membagi lembaran duan tembakau, sebelah luar menjadi lima bagian, melambangkan dasar negara Pancasila. sedang tulang daun tambakau membagi daun sebelah dalam menjadi empat bagian, sebelah luarnya menjadi lima bagian, melambangkan Undang Undang Dasar 1945. warna hijau melambangkan kemakmuran daerah.
Gunung dan air melambangkan letak geografis daerah yang dikelilingi gunung-gunung dengan pengairan yang cukup. Warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah.
Arti dari hubungan kata-kata sesanti Swasthi Bhuwana Krta :

Swasthi : Selamat bahagia batin, Merdeka, Menyatu diri dengan tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin atau keselamatan dunia akhirat
Bhuwana-Krta : Kemakmuran dunia atau kesempurnaan dunia. Sedang selengkapnya menurut makna dan ajaran filsafah mempunyai arti : " Barang siapa didunia melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapat kesempurnaan dan kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat.[]


0 comments: